Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2017

Meningkatkan Koperasi di Indonesia

Koperasi berasal dari bahasa Latin “coopere”, dalam bahasa inggris yaitu “cooperation”. Co berarti kerjasama, dan operation berarti bekerja, jadi cooperation berarti bekerja sama. Dalam hal ini kerja sama dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai kepentingan dan tujuan yang sama. Menurut “Bapak Koperasi Indonesia” Moh. Hatta. Koperasi merupakan usaha bersama untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong. Semangat tolong-menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan berdasarkan ‘seorag buat semua dan semua buat seorang’ Menurut sejarah berdirinya koperasi di Indonesia dimulai pada zaman Belanda, dimana badan hukum koperasi pertama di Indonesia adalah sebuah koperasi di Leuwiliang yang didirikan pada 16 Desember 1895. Saat itu Patih Purwokerto, Raden Ngabei Ariawiriaatmadja, dengan kawan-kawannya mendirikan koperasi untuk menolong sejawatnya para pegawai agar tidak terjerat oleh lintah darat. Usaha ini mendapatkan dukungan dan pers...

Utang Luar Negeri

          Sejak pemerintahan orde baru hingga saat ini, tingkat ketergantungan Indonesia terhadap utang luar negeri mengalami peningkatan. Terutama setelah terjadinya krisis ekonomi tahun 1997-1998 mengakibatkan pemerintah Indonesia terpaksa membuat utang baru yang besar dengan IMF dalam pemulihan ekonomi. Besarnya akumulasi utang luar negeri membuat pemerintah mengubah paradigma penanganan pinjaman luar negeri di dalam GBHN tahun 1999-2004, khususnya untuk utang luar negeri pemerintah. Kebijakan fiscal digunakan untuk menekan ketergantungan pemerintah terhadap utang luar negeri. Namun perlu diketahui bahwa ketergantungan pemerintah terhadap utang luar negeri akan memperbesar defisit APBN, sebab pengeluaran dan pembayaran pokok dan bunga pinjaman membuat negara terpaksa melakukan utang baru karena tidak ada sumber pendapat lain, seperti yang dialami oleh negara Afrika. Jadi sebagai alternatif pembiayaannya, pemerintah menerbitkan obligasi (Surat Utang Negara) d...