Minggu 12 November 2017, saya bersama mahasiswa-mahasiswi kelas
Perekonomian Indonesia IB mengunjungi salah satu panti asuhan yang terdapat di
kota Malang, yaitu Panti Asuhan Anak Yatim Sunan Ampel. Tujuan utama kami mengunjungi
panti asuhan tersebut yaitu memenuhi Ujian Tengah Semester mata kuliah
Perekonomian Indonesia, dan bersilaturahmi bersama teman –teman panti asuhan. Alasan
kami memilih tempat tersebut karena jarak yang dekat dengan kampus dan
kesanggupan orang tua panti asuhan untuk menerima tamu pada hari itu.
Kegiatan dimulai pada pukul 06.30 pagi yaitu anggota kelas
berkumpul di gerbang Veteran – UB dan berangkat ke panti asuhan pada pukul
06.50. Dengan perjalanan 5 menit, kami pun sampai di tempat. Saat kami sampai, teman-teman
panti asuhan sedang melakukan kerja bakti panti asuhan. Ada yang menyapu dan
mengepel aula, kamar, dan lorong kamar, membersihkan kamar mandi, membuang
sampah. kami yang saat itu baru saja tiba merasa bingung harus melakukan apa,
namun setelah ketua kelas berbicara dengan salah satu orang tua panti asuhan,
kami dipersilahkan untuk menyimpan tas di aula dan ikut membantu kerja bakti. Setelah
menyimpan tas, kami membantu teman-teman panti asuhan untuk kerja bakti. Banyak
yang membantu merapikan buku-buku, menyapu dan mengepel lantai, membersihkan
masjid, tapi saya dan beberapa teman mahasiswa bingung harus membantu apa
karena semua hal telah dilakukan. Akhirnya saya diajak salah satu teman panti
asuhan untuk ikut membantu membersihkan kamar, dan saya mengiyakan. Saya membantu
menyapu dan merapikan kamar teman panti asuhan yang ukurannya cukup besar
hingga dapat terisi sampai lima orang. Sambil mengobrol dengan teman panti
asuhan, saya mengetahui bahwa kegiatan kerja bakti ini memang rutin dilakukan
setiap hari minggu selepas mereka berjiarah ke makam Abah dan Umi Panti Asuhan.
Mereka memilih hari minggu karena mulai dari hari Senin-Sabtu adalah hari
sekolah dan selepas pulang sekolah dilanjutkan dengan mengaji bersama, sehingga
tidak ada waktu luang untuk melakukan kerja bakti.
Selesai melakukan kerja bakti sampai jam 08.45, mahasiswa-mahasiswi anggota kelas bersama teman-teman panti asuhan memasuki aula untuk memulai kegiatan silaturahim. Dimulai dengan pembukaan oleh MC, lalu sambutan dari ketua kelas dan pewakilan orang tua panti asuhan. Kemudian kami memulai pada inti acara, dimana pada kegiatan tersebut kami membagi 3 kubu, yaitu kubu PAUD, kubu SD – SMP (sederajat), dan kubu SMA – KULIAH. Setiap kubu telah ditentukan penanggungjawab nya dan kegiatan apa yang akan dilakukan. Saya dan Shofi menjadi penanggungjawab kubu SD-SMP. Terdapat 2 kegiatan yang kami lakukan, pertama membedah buku Chairul Tanjung – Si Anak Singkong, dan dilanjutkan dengan membuat keterampilan celengan yang terbuat dari botol plastik bekas. Alasan kami menggunakan buku Chairul Tanjung - Si Anak Singkong, karena beliau memiliki perjalanan kehidupan yang menginspirasi orang lain. Sehingga diharapkan teman-teman panti asuhan termotivasi dan lebih semangat dalam menjalani kehidupannya meskipun dihadapi berbagai tantangan.
Antusias teman-teman panti asuhan saat mengikuti kegiatan pertama cukup baik, namun masih ada beberapa sikap teman-teman panti asuhan yang seharusnya diperbaiki, seperti terlalu sibuk sendiri sehingga saat pembicara berbicara, pendengar sibuk berbicara dengan temannya masing masing. Disaat seperti itu saya coba mengubah cara berbicara menjadi saling berinteraksi, sebagai contoh saya bertanya kepada mereka apa yang saya ucapkan sebelumnya, bertanya apa alasan pak Chairul Tanjung bisa disebut anak singkong, dan lain-lain. Hasilnya banyak teman-teman panti asuhan yang menanggapi pertanyaan saya, bahkan semuanya. Melalui hal tersebut saya mengetahui bahwa pada usia mereka, akan merasa bosan jika kita terlalu banyak berbicara sendiri, sehingga dibutuhkan interaksi satu sama lain agar apa yang disampaikan mendapatkan manfaatnya oleh teman-teman panti asuhan. Selain bentuk interaksi, teman-teman panti menumbuhkan rasa percaya diri untuk menyampaikan argument yang dimilikinya.
Kegiatan pertama berjalan selama 45 menit, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan kedua. Sebelum melakukan kegiatan kedua, kami membagi kubu SD-SMP menjadi 5 kelompok dengan masing-masing 3 anggota teman-teman panti asuhan dan 2 anggota mahasiswa-mahasiswi kelas Perekonomian Indonesia yang menjadi pengarah dan pengawas kegiatan kedua. Setelah membentuk 5 kelompok, Shofi mulai membagikan alat-alat keterampilan. Kegiatan kedua berlangsung selama 45 menit. Setelah selesai kegiatan kedua, kami bersiap –siap untuk menjalankan shalat dzuhur berjamaah di mushala panti asuhan. Kemudian dilanjutkan dengan makan bersama di aula. Selesai makan bersama, kami mengumpulkan sampah makanan dan melakukan penutupan acara. Saat penutupan acara, teman-teman panti asuhan dan anggota kelas ditanyakan kesan dan pesan dari acara yang telah dilaksanakan melalui perwakilan. Lalu dilanjutkan dengan penutupan dari ketua kelas dan perwakilan orang tua panti asuhan, dan foto bersama



Kesan yang saya dapatkan saat kegiatan sangat baik, berkenalan dengan teman teman panti asuhan yang semula saya kira mereka sulit untuk bergaul namun ternyata mereka sangat ramah dan sopan santun. Mengenal mereka hanya sehari saja membuat saya ingin mengenal mereka lebih lama lagi. Dan jika bisa, kegiatan silaturahim ini tidak hanya dilakukan saat tertentu, namun secara sering agar tali persaudaraan tetap terjaga



Comments
Post a Comment